cM9vM9MirM26dfTAuyWFIhBz8OA7shffomJEZPKZ
Bookmark

Berbagai Macam Aliran Seni Lukis beserta Tokoh dan Masanya

Aliran seni lukis mendasari penciptaan karya seni lukis. Dalam cerita yang berbentuk narasi, aliran ini ibarat alur yang menuntun jalannya cerita hingga akhir. Yang mana saat Anda ingin menciptakan sebuah seni lukis, maka bisa untuk mengikuti satu aliran tertentu. Lalu, Apakah Anda sudah mengetahui apa saja aliran seni lukis? Pada bagian selanjutnya akan Anda jumpai mengenai penjelasan masing-masing aliran tersebut.

yuk simak jangan sampai ada yang terlewat.

Macam-macam Aliran Seni Lukis beserta Tokohnya

Berbagai Macam Aliran Seni Lukis beserta Tokoh dan Masanya

Terdapat 20 daftar aliran seni lukis yang tentunya masing-masing mempunyai karakteristik tersendiri. Juga pada setiap aliran tersebut, terdapat tokoh-tokoh terkenal yang mengikutinya. Dalam artian, menggunakan aliran tertentu saat menciptakan karya lukisnya. Apa saja karakteristik seni lukis yang ada? Kemudian, siapa saja tokoh yang menganut aliran seni lukis tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan mengenai aliran seni lukis tersebut, berikut akan diuraikan secara lengkap mengenai setiap alirannya.

1. Aliran Realisme

Aliran Seni Lukis
Image Source: cerdika.com

Aliran seni lukis Realisme menampilkan objek sebagaimana aslinya, tanpa ada unsur tambahan aspek-aspek tertentu. Karenanya, objek yang tampak pada lukisan dengan aliran ini akan terlihat sangat nyata seperti yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan karakteristik sedemikian rupa, maka sebagian besar lukisan pada aliran seni lukis realisme memakai objek berupa apa yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, antara satu objek dengan yang lain terlihat menyatu.

Tokoh-tokoh yang termasuk dalam aliran ini, yaitu Gustove Corbert, Francisco de Goya, dan Honore Umier.

2. Aliran Dadaisme

Aliran Seni Lukis
Image Source: cerdika.com

Lukisan pada aliran seni lukis Dadaisme menampilkan karya artistic yang semula dari bentuk seram magic, sehingga mampu memperlihatkan unsur kekanak-kanakan. Selain itu, aliran ini juga sama sekali tidak menggunakan ilusi. Beberapa tokoh yang menggunakan aliran ini, antara lain Roull Haussman, Duchamp, dan Hans Arp.

3. Aliran Klasikisme

Aliran Seni Lukis
Image Source: cerdika.com

Klasikisme merupakan aliran seni lukis yang fokusnya adalah kehidupan klasik. Konsep klasik yang dimaksudkan merujuk pada kehidupan dalam istana yang mengacu pada peradaban ROmawi dan Yunani Kuno. Selain itu, lukisan dari aliran ini pun berhubungan dengan norma-norma intelektualis akademis. Pada objeknya, pelukis menampilkannya secara hiperbolis.

Tokoh pelukis yang memakai aliran ini dalam karyanya, yaitu Jan Ingles, Jaques Lovis David, dan Bartholome Vignon.

4. Aliran Ekspresionisme

Aliran Seni Lukis
Image Source: yuksinau.id

Aliran seni lukis Ekspresionisme memfokuskan pada kebebasan distorsi bentuk serta warna untuk kemudian melahirkan emosi serta sensasi dari suatu objek. Sebagian besar lukisan pada aliran ini lebih menekankan pada penggambaran kondisi emosi yang bersifat kemarahan, daripada kebahagiaan. Yang mana visualisasi emosi pada lukisan ini mampu menggambarkan isi hati seseorang.

Adapun beberapa tokoh yang menggunakan aliran ini, yakni Affandi, Popo Iskandar, Vincent Van Gogh, dan Paul Gauguin.

5. Aliran Popular Art

Aliran seni lukis ini juga sering disebut sebagai pop art. Aliran seni lukis ini lahir dari seniman Indonesia Wedha Abdul Rasyid dan telah Ballaide ulas pada artikel WPAP: Aliran seni lukis dari Indonesia yang mendunia.

Aliran seni lukis
Lukisan Pop art dari Bapak Ilustrasi Indonesia

Sifatnya yang pop mengedepankan perlawanan terhadap objek yang membosankan. Karya lukis dengan aliran ini umumnya berupa karikatur yang berisi sindiran, kritik, atau bahkan humor. Yang mana objeknya adalah manusia dengan sudut pandang yang berbeda.

Yang termasuk dalam pengguna aliran ini, yaitu Ris Purnomo, Nyoman Nuarta, George Segal, Tom Wasselman, dan Yoseph Benys.

6. Aliran Optik

Penggambaran sebuah objek manipulasi visual yang mampu menipu mata manusia menjadi fokus pada aliran seni lukis Optik. Karena sifatnya yang mampu menipu mata manusia, sebagian besar lukisan dari aliran ini berupa garis, bidang, atau juga suatu objek yang pewarnaannya monochrome.

Adapun tokoh-tokoh yang menggunakan aliran seni lukis jenis ini, yakni Agus Djaja, Bridget Louise Riley, dan Walter Gropius.

7. Aliran Primitif

Sifatnya yang primitif menjadikan lukisan dari aliran seni lukis pun terlihat primitif. Pasalnya, objek yang dalam lukisannya sama dengan lukisan yang terdapat pada dinding goa. Yang mana detail objek kurang menonjol. Secara garis besar, yang menjadi objek aliran lukis ini adalah manusia, hewan, dan tumbuhan, yang dilukis dengan menggunakan garis yang cenderung sederhana.

8. Aliran Pittura Metafisica

Aliran seni lukis penentang dari Kubisme dan Futurisme ini memberikan sentuhan metafisika pada objek. Secara umum, yang menjadi objek yakni manusia yang sedang beraktivitas dengan benda-benda yang berada pada sekelilingnya. Dalam penggambarannya, manusia sebagai objek berwujud boneka yang erat kaitannya dengan aspek metafisika.

Tokoh-tokoh penganutnya, antara lain Giorgio de Chirico dan Carlo Carra.

9. Aliran Kontemporer atau Post Modern

Aliran seni lukis ini adalah jenis aliran yang bebas. Artinya, tidak terikat pada sebuah pakem tertentu, tetapi berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Objek dalam lukisan berbentuk objek yang sifatnya dinamis, bebas, ekspresif, sekaligus menonjol. Yang mana penggambaran objek dapat berupa refleksi dari suatu situasi. Tokoh-tokoh yang memakai aliran ini, seperti Ida Applebroog dan Richard Artschwager.

10. Aliran Gotik

Aliran seni lukis Gotik menggambarkan suatu objek tertentu dengan menggunakan garis tebal dengan bentuk ramping. Penegasan dalam lukisan ini menggunakan warna. Umumnya terdapat pada kerajaan, istana, atau tempat ibadah. Beberapa tokoh yang menjadi penggunanya, yakni Jan van Eyck, dan Pieter Droughel.

11. Aliran Kubisme

Aliran seni lukis Kubisme menggunakan bentuk-bentuk geometris yang kemudian mengalami pengembangan. Misalnya, kubus, segiempat, silinder, kerucut, lingkaran. Terdapat perpaduan warna serta perspektif yang menonjol pada aliran seni lukis ini. Tokoh-tokoh pengguna aliran ini, antara lain Pablo Picasso, Gezanne, Braque, dan Robert Delaunay.

12. Aliran Futurisme

Pada aliran seni lukis Futurisme, pelukis melakukan penggambaran objek yang terlihat seolah bergerak. Yang mana aliran demikian ini lebih menekankan pada keindahan garis, visual, warna, sebagai lawan dari kubisme yang statis. Karena itu, karya seni pada aliran ini menangkap unsur gerak serta kecepatan. Sekaligus juga memperhatikan mengenai kedinamisan sebagai gaya untuk mengekspresikan kecepatan serta kesamaan waktu.

Pelukis yang termasuk dalam aliran ini, antara lain Carlo Carra, Sculptor, Giacomo Balla, dan Umberta Boccioni.

13. Aliran Naturalisme

Senada dengan namanya, aliran seni lukis Naturalisme menampilkan objek lukisan secara alami. Memang sekilas tampak mirip dengan corak realisme. Namun, terdapat perbedaan antara keduanya. Yakni, pada aliran naturalisme, pelukis menambahkan hal-hal tertentu supaya lukisannya bisa terlihat semakin indah.

Aliran seni lukis ini pada umumnya mengandung tema alam sebagai objeknya, lalu menggunakan teknik gradasi warna, dan susunan masing-masing komponen sangat teratur, mulai dari garis, bentuk, perspektif, tekstur, dan lainnya . Tokoh-tokoh pelukis yang menggeluti aliran ini, yakni Raden Saleh, Abdullah Sudrio Subroto, Basuki Abdullah, Trubus, dan Gambir Anom.

14. Aliran Romantisme

Romantisme menjadi salah satu jenis aliran seni lukis yang memfokuskan lukisan pada suasana yang damai, haru, tenang, serta lainnya terkait. Bukan hanya romantisme antara dua sejoli yang sedang memadu kasih asmara, tetapi romantisme juga bisa mengandung sebuah makna romantic, seperti dalam sebuah tragedi, sejarah, dan peristiwa lainnya, yang kemudian dilukis secara fantastik.

Karena kedahsyatannya yang melebihi kenyataan, tidak heran apabila lukisan dari aliran ini mempu menyentuh perasaan secara mendalam. Selain itu, terdapat pula sebuah cerita menarik serta penuh emosional yang terkandung pada lukisannya. Tokoh-tokoh penganut aliran ini, antara lain Raden Saleh, Jean Baptiste, Eugene Delacroix, dan Theodore Gericault.

15. Aliran Abstraksionisme

Aliran seni lukis Abstraksionisme dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan kondisi kejiwaan sang pencipta karya. Dengan tercampur oleh luapan emosi dari si pelukis yang sifatnya variatif, dapat memunculkan sebuah ide yang murni untuk kemudian menjadi arah dalam lukisannya. Umumnya, lukisan dengan aliran ini memperlihatkan unsur yang tidak ada batasnya.

Selain itu, pelukis juga menampilkan garis dan warna secara natural, tanpa adanya unsur yang sifatnya mengindahkan. Tokoh-tokoh yang memakai aliran ini, antara lain Mark Rothko dan Robert Montherwell.

16. Aliran Konstruktivisme Klasik

Aliran seni lukis ini menitikberatkan pada konstruksi bagian yang menjadi objeknya. Karakteristik khas yang terdapat dalam bangunan menjadi sudut dalam pelukisannya, mulai dari bangunan yang bernuansa kuno, klasik, modern, serta jenis bangunan lainnya.

Beberapa tokoh yang menggunakan aliran Konstruktivisme Klasik dalam menciptakan karyanya, antara lain Laszlo Moholy-nagy, Jim Nyoman Nuarta, Naum Gabo, Sprinka, dan Victor Pasmore.

17. Aliran Pointilisme

Selaras dengan namanya, aliran seni lukis Pointilisme mengandung poin-poin dalam jumlah banyak. Dalam hal ini, poin berarti titik. Pada seluruh bagian lukisan, terdapat titik-titik yang akan membentuk seperti tekstur tertentu. Hal ini pula yang kemudian menjadi ciri khas jenis aliran satu ini. Apabila Anda melihatnya dari jauh, objek lukisan relatif dapat terlihat secara jelas. Begitu pula sebaliknya. Justru saat Anda mengamati objek dari jarak dekat, biasanya objek lukisan akan terlihat kurang jelas.

Adapun tokoh-tokoh pelukis yang memakai jenis aliran ini, yakni Vincen Van Goght, Rijaman, dan Keo Budo Harijanto.

18. Aliran Surealisme

Surealisme menjadi aliran seni lukis yang tidak dapat terlepas dari dunia fantasi. Lukisan dengan aliran ini merupakan visualisasi dari khayalan yang apabila dilakukan pengamatan secara mendalam tergolong tidak rasional. Yang mana melalui karya lukis sedemikian rupa, dapat membawa Anda untuk berimajinasi dalam alam mimpi yang tidak nyata atau fantasi.

Sekilas memang terlihat aneh, tetapi tidak meninggalkan unsur estetika pada sebuah lukisan. Tokoh-tokoh terkenal yang menggunakan aliran seni lukis ini, antara lain Salvador Dali, Andre Masson, Sudiarjo, dan Joan Miro.

19. Aliran Impresionisme

Aliran seni lukis ini mengedepankan kesan dari objek saat si pelukis menangkapnya. Karena hasilnya tampak seperti kabur dan cenderung kurang jelas, menjadikan lukisan ini berbeda daripada yang lain. pada aliran Impresionisme, pelukis menghindari adanya pengolahan sifat transparan yang terdapat pada cat, juga melakukan pengamatan terhadap pantulan cahaya secara mendetail.

Beberapa tokoh terkenal yang menganut aliran jenis ini, yakni Edward Degas, Mary Cassat, Aguste Renoir, dan Casmile Pissaro.

20. Aliran Fauvisme

Aliran ini mengedepankan konsep kebebasan berekspresi. Yang mana pelukis yang menggunakan aliran seni lukis sedemikian ini bebas mengembankan gagasan seperti yang ada dalam imajinasinya. Kemudian, menggoreskannya menjadi sebuah lukisan dengan objek tertentu. Pada aliran ini, objek yang menjadi sorotan tidak hanya satu, tetapi terdiri dari banyak objek. Sang pelukis membuat objek lukisannya terlihat kontras dari aslinya.

Karena itu, warna yang ada dalam aliran seni lukis Fauvisme cenderung kurang jelas dari aslinya. Selain itu, warnanya relatif bebas serta kontras. Kemudian, mengenai pemakaian garis pada lukisan ini terlihat cukup jelas. Adapun beberapa tokoh yang menggunakan aliran ini, yakni Maurice de Vlamink, Henry Matisse, Raoul Dufi, dan Kess van Dongen.

Di atas telah dipaparkan mengenai karakteristik setiap aliran seni lukis. Pada umumnya, masing-masing aliran mempunyai perspektif dan titik berat yang tidak sama. Untuk era modern sekarang ini, banyak pelukis yang menggunakan aliran seni lukis popular art untuk mengungkapkan suatu kondisi tertentu atau melakukan sindiran pada hal-hal tertentu.

Apapun itu, saat Anda melukis, Anda pasti tahu aliran seni lukis semacam apa yang paling terbaik untuk digunakan. (Pen/Shaara)

1

1 comment

  • bu endah
    bu endah
    10/14/2021 04:59:00 PM
    nicee.
    Reply